English Man in Nga “New York” Karto

Ketika pertama belajar Inggris, saya masih ingat di SMP diajarkan untuk mengenal berbagai bentuk waktu (tenses) dalam bahasa Inggris; rumus dan penggunaannya. Mulai dari tensesyang paling sederhana hingga yang paling rumit. Saya tidak terlalu ingat ada berapa bentuk waktu, kalau tidak salah ada sekitar enam belas bentuk waktu.

Rumus-rumus ini memang cukup rumit bagi pemula seperti saya pada waktu itu. Disebut pemula karena saya memang baru belajar bahasa Inggris saat di SMP. Di SD pernah ikut les bahasa Inggris tapi hanya sebulan dan itu pun tidak nyangkut sedikit pun di otak. Saya kira seharusnya waktu itu lebih ditekankan untuk pengajaran praktek saja sehingga rosonya lebih masuk dan pas daripada sekedar menghafal rumus tenses. Karena bahasa adalah soal rasa bukan soal rumus seperti matematika yang njelimetitu.

Selain menghafal rumusnya sendiri, saya juga harus menghafal bentuk kata kerja (verb), tapi saya tidak pernah menghafal karena menyadari bahawa sebenarnya di dalam verb, khususnya kata kerja tak beraturan (Irregular verb) terdapat pola yang pasti, tidak terlalu berantakan bentuknya. Berbeda dengan kata kerja beraturan yang bentuknya baku.

Pada kenyataanya ketika melihat di film berbahasa Inggris atau bertemu orang yang ibubahasanya adalah bahasa Inggris atau yang hanya sekedar orang iseng yang berbahasa Inggris, rumus-rumus bentuk waktu itu tidak selalu diterapkan semuanya, umumnya penggunaannya sederhana saja yaitupast, present dan future. Sedangkan turunan-turunan yang lain dari bentuk itu jarang digunakan secara umum, toh sudah bisa dipahami tanpa ribet-ribet, bahkan untuk pengunaan formal, apalagi yang non-formal, bisa lebihmawut lagi.

Terlepas dari pengalaman saya belajar bahasa Inggris di atas, saya mengira sebenarnya hal ini, sama persis dengan mempelajari cabang ilmu tertentu, segala macam kerumitan sebenarnya bisa dijelaskan secara sederhana.

Segala pengetahuan itu bisa dijelaskan secara rumit berjilid-jilid buku, ditumpuk hingga sampai ujung langit tapi juga bisa dijelaskan hanya dengan satu lembar kertas, satu paragraf, satu kalimat, atau bahkan hanya dengan satu huruf saja.

Mendalam itu memang hebat dan terlihat intellect sedangkan biasa saja juga diperlukan, tergantung tekniknya, kadang tegang kadang kendur. 😉

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s