Sejarah Tuhan (Anekdot)

Jangan tertipu dengan judulnya, ini hanya mencari sensasi saja.

Pada suatu keadaan tanpa ruang dan waktu, Tuhan menciptakan lempungnya Adam. Kunfayakun, jadilah Adam, sendirian tanpa teman dan kesepian. Mengetahui Adam kesepian, Tuhan pun menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Kunfayakun jadilah Hawa, seorang makhluk yang elok membuat Adam terpana di angkasa. Untuk kisah selanjutnya tidak diperlu diceritakan apa kenapa bagaimana Adam diturunkan ke Bumi. Pokoknya langsung to the point saja, Adam turun ke Bumi, yang entah turunnya itu naik piring terbang atau loncat dari langit, tidak ada yang tahu.

Adam dilepas di Bumi sendirian lagi dipisahkan dari belahan jiwanya Hawa yang entah ada di Bumi bagian mana. Menurut salah satu sumber mereka baru bertemu 40 tahun kemudian. Bisa dibayangkan tilang tileng dewe nengBumi selama 40 tahun, pasti galau sekali.

Tentang manusia-manusia sebelum Adam yang sudah tinggal di Bumi selama puluhan abad, akan diceritakan ada episode lain.

Tuhan pun berfirman.

“Gini Dam, kamu cari Aku ya, bebas lah bagaimana caramu menemukan Aku. Kalau sudah ketemu Aku, nanti segala urusannya beres.”

Adam yang kesepian pun patuh, Tuhan menghilang dari pandangannya pergi, walau pada hakikatnya Dia tidak pernah pergi ke mana pun dan tidak membutuhkan ruang dan waktu. Tahun-tahun demi tahun dilalui, Adam kembali bertemu Hawa, mereka mencari Tuhan bersama.

“Ke mana Engkau wahai Tuhan, Engkau bersembunyi di mana?” Memang seperti petak umpet.

Tuhan yang Maha Kalem dan Wolespun cuek saja masih membiarkan dua makhluk ciptaanNya ini.

Sembilan ratus tahun telah berlalu, Adam dan Hawa sudah menemukan Tuhan, masa perjumpaan denganNya hampir dekat. Selama sembilan ratus tahun itu pula, mereka telah beranak pinak menjadi banyak, Adam berpesan kepada anak keturunannya untuk menemukan Tuhan yang sengaja suka main petak umpet. Tuhan bukannya mau bersembunyi tapi Dia hendak menguji kesungguhan manusia untuk mencari kebenaran. Bisa saja Dia tidak perlu membuat ketentuan untuk menurunkan manusia di Bumi sebagai pemimpin, bahkan malaikat paling senior pun: Iblis pernah protes kepada Tuhan, kenapa harus menciptakan manusia yang suka berbuat kerusakan? Tuhan menjawab, bahwa itu adalah rahasiaNya, tidak perlu diprotes kenapa.

Tuhan pun memberi isyarat kepada Iblis kalau dia akan dapat proyek besar.

“Nanti Aku kasih kamu kerjaan, wahai Iblis, untuk menurunkan Adam dari Surga ke Bumi.”

Kembali ke cerita.

Adam wafat dengan meninggalkan wasiat tersebut. Anak cucu Adam pun melaksanakan wasiatnya, bersusah payah mencoba menemukan Tuhan, atau setidaknya tanda-tanda keberadaan dan kebesaranNya karena seluruh jagad raya ini tidak mampu menampungNya. Tidak seberuntung Adam, anak keturunan ini banyak yang tidak menemukan selama berabad-abad, bahkan sebagian besar bingung tanpa tentu arah.

Tuhan yang Maha bijaksana pun memberikan sedikit pertolonganNya, maka Dia menurunkan kitab Manggarkepada manusia. Lumayan manusia menjadi agak tertolong, mereka tidak lagi terlalu bingung.

Tapi ternyata ratusan ribuan tahun kemudian, manusia kembali kehilangan arah. Tuhan yang Maha Pengasih pun kembali memberikan sedikit pertolonganNya kepada cecenguk-cecenguk manusia kutu kupret yang suka bingungan. Diturunkanlah kitabCengkir yang sudah lebih ragam isinya untuk menyelesaikan berbagai persoalan manusia.

Ribuan tahun berlalu lagi… Kok ya masih sama ceritanya, manusia kehilangan arah lagi. Walaupun sebenarnya segala petunjuk dan ketersesatan untuk manusia adalah bagian dari skenario-Nya. Tuhan yang Maha seenaknya sendiri tidak membutuhkan makhluk, tidak pathekenterhadap perilaku ciptaanNya kembali memberikan arahanNya dengan menurunkan kitab Degan. Puji Tuhan, manusia seolah mendapat instruksi yang baik dari bapak Presiden, dan memang enak banget ya presiden itu cuma ngasih instruksi saja sudah dianggap hebat, mengutuk suatu tindakan kekerasan seolah sudah menyelesaikan masalah, padahal tidak sama sekali. Eh apa ini… Malah out of topic. Orang yang tidak percaya diri memang suka melebar-lebarkan topik.Asss… Eh maksud saya adalahAstaghfirullah… Haha…

Kitab Degan bertahan tidak terlalu lama juga, karena kekompleks-an masalah manusia yang kian menjadi-jadi tidak karuan, sudah ada jutaan anak turun Adam yang mendiami Bumi, kitabDegan tidak mampu menjangkau keseluruhan planet ke tiga di tata surya ini.

Tuhan yang sebenarnya tidak peduli apakah manusia mau percaya kepada-Nya atau tidak kembali ingin menolong mereka berkat kasih-Nya yang tiada hingga, Ia begitu mengasihi makhluk-makhluk kecil tak berdaya ini. Maka sebagai ajian pamungkas, Dia memberikan kitab Kambil sebagai petunjuk terakhir, wes kesel nuran nurunke kitab terus. Kalau manusia masih kehilangan arah lagi, yo wes modar-modaro dewe. Dan kebanyakan dari mereka salah memahamiKambil yang sudah pepak.

Apa boleh buat, ternyata memang masih kehilangan arah lagi. Tapi hal ini tidak masalah, karena Tuhan tidak membutuhkan pengakuan siapapun untuk diakui eksistensi-Nya.Perkara kehilangan arah ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, pertama mungkin tidak sungguh-sungguh, kedua tidak niat. Mungkin sudah ada yang niat tapi faktor keadaan lingkungan yang tidak mendukung. Sehingga menimbulkan kebingungan di atas kebingungan di dalam harapan mencari cahaya di atas cahaya.

Seandainya seluruh makhluk di jagad raya ini berkomplot untuk tidak menyembah dan mengakui keberadaanNya, itu sama sekali tidak akan mengurangi kekuasaan-Nya sedikit pun. Dan seandainya seluruh makhluk di jagad raya ini berkomplot untuk menyembah-Nya dengan segala kemampuan, jiwa dan raga mereka, itu sama sekali tidak akan menambah kekuasaanNya.

Jika manusia mau mencari-Nya, Dia pun akan menolong dengan senang hati. Karena manusia lah yang membutuhkanNya, Dia sudah memberikan apa-apa secara gratis-tistanpa minta bayaran apapun, hmmm… Dia hanya minta pajak sedikit dari manusia, itu pun manusia masih enggan membayar pajak. Dan Dia pun tetap tidak masalah kan dengan mereka yang enggan membayar pajak yang sangat sedikit sekali dibandingkan dengan segala apa yang Dia berikan.

Eh… Kok jadi serius banget tulisannya? Penulis termasuk satu di antara manusia-manusia yang kehilangan arah itu.

Bersambung ke episode yang entah kapan akan ditulis lagi.

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membenarkan atau menyalahan suatu ajaran tertentu. Tidak bertujuan untuk mengkritik atau pun mencemooh. Jika ada bagian-bagian yang kebetulan sama dengan nama dan tempat kejadian itu hanya kebetulan saja, tidak disengaja, kalau pun disengaja juga tidak apa-apa kan. Penulis sudah mencoba menulis ini seobjektif mungkin tapi tentu saja ada bagian-bagian yang subjektif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s