Long way to be

Jangankan pengetahuan, bahkan wawasan saya tentang arsitektur masih sangat sedikit sekali. Banyak hal yang belum saya mengerti. Secara teknis mungkin saya bisa menggambar tapi banyak bagian yang membuat saya buyar.

Saya merasa kebodohan saya ini berawal dari rasa takut saya untuk terjun ke lapangan ketika masih sekolah dan kuliah dulu. Entahlah saya merasa takut melakukannya. Dilihat dari background sekolah teknik seharusnya saya sudah menjadi seorang professional ditambah dengan kuliah selama lima tahun.

Menjelang kelulusan STM, saya mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan kontraktor yang besar. Saya mengikuti tes lulus tapi gagal di wawancara. Saya perkirakan kegagalan di wawancara dikarenakan saya mengatakan saya ingin kuliah. Ok saya salah jurus, setelah itu saya justru bekerja di Digital Printing sehingga makin jauh saya dari terjun dan terlibat ke dunia konstruksi bangunan.

Dua tahun setelah bekerja, saya memutuskan untuk melanjutkan belajar di jenjang universitas mengambil jurusan arsitektur. Di semester awal, saya memang terlihat berprestasi, dengan nilai IP lumayan 3.5 , tidak buruk untuk seorang yang sudah pernah di STM. Seiring waktu di semester berikutnya, berikutnya dan berikutnya, nilai saya justru anjlok. Yah saya hanya semangat di awal saja, setelah itu semangat menurun. Penurunan yang hampir drastis, walau tidak terlalu parah tapi dampaknya cukup signifikan jika diakumulasi nilai IPK dari semester 1 hingga 10.

Selama kuliah, banyak dari kawan-kawan yang belajar kepada saya dengan wawasan seadanya. Uniknya di waktu-waktu berikutnya, kawan-kawan yang belajar kepada saya justru malah unggul di atas saya. Saya sendiri tetap biasa saja. Saya menyadari ini karena saya termasuk orang yang malas belajar pada hal-hal baru kecuali hal-hal tertentu saja yang saya sukai.

Di semester-semester berikutnya, kawan-kawan banyak yang terlibat secara mandiri ke dunia proyek dan perencanaan. Kontan, kemampuan mereka meningkat pesat, sementara saya masih di belakang. Di waktu itu saya memang merasa ragu untuk ikut terjun ke pekerjaan, saya justru bekerja di bidang lain. Memang sekali waktu saya bekerja di bidang arsitektur, tapi tidak terlalu sering.

Saya baru benar-benar memasuki dunia kerja, setelah menyelesaikan ujian tugas akhir. Saya mendapat kesempatan untuk bekerja di sebuah perusahaan konstruksi yang dulu menolak saya ketika STM. Satu kesempatan yang langka sekali, tapi hanya berlangsung dalam waktu singkat saja, karena proyek pekerjaannya tidak terlalu besar, sehingga selesai dalam waktu 4 bulan. Dan saya memutuskan untuk pindah di bidang yang sama sekali jauh dari dunia bangunan. Empat bulan adalah waktu yang masih sangat kurang untuk mendapat pengalaman seorang professional.

Dunia arsitektur bidang ilmu pengetahuan yang luas sekali. Di dalamnya memuat berbagai cabang disiplin ilmu yang lain. Banyak hal yang harus dipikirkan dan dipertimbangkan dalam proses perencanaan. Seorang arsitek dituntut untuk mampu berpikir micro dan macro, secara khusus dan global, secara umum dan mendetail. Tidak semua arsitek mampu melakukannya. Bahkan  tidak perlu jauh-jauh arsitek, cukup seorang desainer junior saja harus mampu berpikir seluas itu. Jika tidak mampu, bisa dipastikan sebuah desain tidak aka n meninggalkan kesan.

Ada beberapa rumus sederhana; Tahu banyak hal mengenai banyak hal. Tahu banyak hal mengenai sedikit hal. Tahu sedikit hal tentang banyak hal. Tahun sedikit hal mengenai sedikit hal. Seorang desainer cukup memegang “Tahu sedikit hal tentang banyak hal”, ini minimal. Tentu saja kalau bisa adalah “Tahu banyak hal mengenai banyak hal.” Siapa yang bisa seperti itu? Jelas hanya sedikit orang saja. Sedangkan level saya masih yang terendah, tahu sedikit hal mengenai sedikit hal. Dan masih sangat sedikit sekali.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s