Sejarah Iblis (1)

“Sejarah Tuhan” karya Karen Armstrong sudah terlalu mainstream. Saya heran Tuhan kok bisa disejarahkan? Tuhan itu yang bikin sejarah je, malah Dia disejarahkan. Agama adalah bagian dari Tuhan tapi Tuhan bukan bagian dari agama. Waktu adalah di dalam kekuasaan Tuhan tapi Tuhan tidak terikat ruang dan waktu, masa lalu, sekarang atau depan. Saya kira seharusnya judulnya adalah “Sejarah Agama-Agama”, tapi ya tidak apa-apa, segala hal kalau diketahui hakikatnya, kehidupan akan menjadi mandeg tak berjalan.

Hampir setiap umat beragama berkeyakinan bahwa Iblis adalah sosok jahat yang harus dimusnahkan. Padahal Iblis adalah seniornya para malaikat, jauh lebih sepuh (tua) dibanding malaikat. Semua malaikat hormat kepada Iblis tapi waktu itu, saya gak lihat sih, tapi kira-kira begitu.

jeritan_iblis

Ketika Tuhan hendak membikin manusia Adam, Iblis sempat protes kepadaNya, “Tuhan kenapa Anda bikin manusia, bukankah dia hanya akan berbuat kerusakan di alam?”

“Kamu diem saja, Blis. Aku Maha Lebih Tahu apa yang Aku lakukan.”

Dari dialog imajiner modifikasi saya, yang bersumber pada kitab Suci, itu saja sudah dapat disimpulkan, bahwa sebelumnya Tuhan sudah pernah menciptakan manusia. Tapi manusia-manusia pra-Adam selalu bikin onar di Bumi.

Entah bagaimana saya agak lupa, Iblis terusir dari Surga. Surga atau apa entahlah juga, pokoknya Iblis terbuang ke Bumi. Dan mendarat di pulau Jawa. Tentu saja waktu itu namanya belum pulau Jawa, dan bentuk daratannya tidak seperti sekarang ini.

Di saat yang hampir bersamaan, untuk menyelesaikan proyek manusia hibrida baru, Tuhan memerintah pada malaikat Jibril untuk mengambil sampel tanah Bumi di pulau Jawa. Mengetahui kehadiran Jibril, Iblis berusaha menghalangi Jibril agar tidak bisa mengambil tanah Bumi. Karean Iblis lebih senior, Jibril tak mampu mengalahkannya. Pemimpin para malaikat kembali ke hadirat Tuhan dengan tangan kosong. Tuhan tahulah apa yang terjadi, tapi skenario panjang harus tetap dijalankan. Tuhan memerintahkan kepada Mikail, Israfil. Semua gagal kembali dengan tangan kosong tanpa tanah pesanan Tuhan. “Lha piye to iki? Mosok pada kalah sama Iblis?!”

Akhirnya Tuhan mengutus malaikat pencabut nyawa untuk mengambil sampel tanah itu. Karena sudah kelelahan menghadapi banyak malaikat sebelumnya, Iblis kali ini kecapekan dan menjadi lengah. Dia kecolongan! Izrail si pencabut nyawa berhasil mengambil sampel tanah di tempat yang kelak disebut pulau Jawa.

Iblis langsung mengumpat! Tapi ya tidak tahu saya gimana mengumpatnya? Kalau dilihat dari kebiasaan masyarakat yang tinggal di pulau Jawa sekarang, misuhnya kalau ndakAsu’ ya ‘Jancuk’.

***

Agak nekad juga saya, menulis ginian. Tentu saja ada sumber ceritanya, tapi saya tidak mau menyebut.

***

Ribuan tahun berikutnya energi Iblis sebenarnya masih tersimpan di tanah ini. Dan mengendap di dalam jiwa manusia-manusia yang tinggal di pulau Jawa. Sang Iblis sendiri sudah pindah entah ke mana, tidak nge-kos lagi di tempat yang kini disebut Indonesia. Maka  hati-hati lah terhadap orang-orang Indonesia, jangan terlalu kebangetan merampok mereka. Kalau mereka tersinggung beneran, energi iblisnya bisa keluar lho.

Bersambung…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s