Sheila (1)

Sore itu tiba-tiba Sheila menangis. Tiada seorang pun yang tahu kenapa ia menangis. Beberapa orang mengatakan ia menangis karena kehilangan kekasih yang sangat dicintainya. Beberapa yang lain mengatakan ia ditekan oleh orangtuanya untuk menjalani jalan hidup yang bukan pilihannya. Dan beberapa yang lain lagi mengatakan, Sheila itu orang yang terbelakang.

Sheila seorang gadis muda yang cantik. Usianya baru dua puluhan. Sejauh mata memandang belum ada seorang lelaki pun yang berani menyatakan cinta kepadanya. Dia berasal dari keluarga pengusaha yang sangat terpandang dan sangat lebih dari cukup. Kupikir pasti sangat beruntung sekali seorang lelaki yang berani meminangnya.

“Kenapa kau kemarin lusa menangis?” tanyaku hari ini.

“Tidak ada apa-apa mas. Aku cuma ingin menangis saja. Bukankah kadang kita tidak butuh alasan untuk melakukan sesuatu?”

Aku terdiam atas jawabannya. Ya ada benarnya apa yang dia katakan.

Aku kemudian berlalu begitu saja tanpa ingin tahu apa yang ada dibalik setiap tindakannya yang sering sangat misterius.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s