Exogenesis (1 – 3)

635059main_hubble033012_full_full
http://www.nasa.gov/sites/default/files/images/635059main_hubble033012_full_full.jpg

Fragment 1

Mengenai sebuah keyakinan dan kepercayaan, saya berusaha keras untuk tidak meributkan keyakinan orang lain, tidak menyinggung mereka yang berbeda dari saya. Entah yang berbeda keyakinan atau orang yang tidak memiliki keyakinan.

Pagi ini setelah sahur, saya menikmati sebatang kretek sambil duduk kedinginan karena pagi ini sedang hujan deras di lereng gunung Merapi. Ketika saya melihat asap kretek, saya merenungkan. Asap ini sesuatu yang terlihat, dapat dirasakan memiliki bayangan tapi tidak bisa disentuh, dipegang, apa lagi ditendang-tendang. Artinya asap adalah sesuatu yang halus. Kemudian dinginya udara pagi membuat saya merenung lagi. Udara ini hanya bisa dirasakan, tidak bisa dilihat, tidak bisa disentuh, tidak bisa dipegang. Artinya udara itu lebih halus daripada asap.

Dari situ saya memperoleh suatu pemahaman sederhana tentang ruh. Bahwa ruh itu adalah sesuatu yang halus. Sangat halus, jauh lebih halus dari apa pun juga. Sehingga keberadaannya tidak bisa diditeksi dengan panca indra. Karena ruh itu sangat halus,saya kira dari situ muncul lah istilah makhluk halus. Hanya orang-orang tertentu saja yang memiliki kemampuan menditeksi hadirnya ruh.

Mungkin ada sebagian dari teman-teman, saudara-saudara, dan orang-orang yang tidak meyakini adanya ruh. Manusia hanya terdiri fisik dan pikiran, sedangkan ruh itut tidak ada, hanya suatu mitos yang lahir dari agama. Sekali lagi saya katakan saya tidak mempermasalahkan itu bagi mereka yang berbeda pendapat. Saya hanya menuliskan apa yang saya renungkan dan rasakan pagi ini saat menikmati kretek yang dimitoskan dapat membunuhmu.

Fragment 2

Selama ini sejak kecil saya sering berpikir mengenai alam semesta dan tergetun ketika melihat gambar-gambar mengenai langit. Bumi hanya sebuah planet kecil di Tata Surya. Tata surya hanya sebuah system di matahari yang merupakan setitik bintang di galaksi Bimasakti yang memiliki milyaran bintang. Dan Bimasakti adalah setitik galaksi di tengah milyaran galaksi di seluruh alam semesta. Itu baru bagian pertama. Dalam khazanah Islam disebutkan bahwa ada tujuh lapis langit, dan daerah yang memiliki bintang dan planet adalah langit tingkat pertama. Langit tingkat pertama saja sedemikian luas dan besarnya, sedangkan jangkauan manusia belum keluar dari Tata Surya. Manusia baru berhasil menginjakan kakinya di Bulan yang jaraknya 300.000 kilometer dari Bumi.

Lalu bagaimana mungkin saya tidak meyakini adanya Tuhan, sedangkan manusia hanya sebutir hal di jagad raya tanpa batas ini? Tentu dari melihat langit saja, saya sudah yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa ada penguasa Langit dan Bumi, entah mereka mau menyebutNya dengan Tuhan, Allah, Sang Hyang Wenang, Sang Hyang Tunggal, atau ribuan nama lain di Bumi yang hakikatnya untuk menyebut Dia yang Satu. Sedangkan di planet lain di galaksi yang jauh dari jangkauan manusia, mungkin Dia yang Satu memiliki nama panggilan kemesraan yang berbeda.

Saya pernah berkata kepada salah satu teman saya yang tidak percaya adanya Tuhan, “Kamu boleh meyakini bahwa Tuhan itu tidak ada kalau kamu bisa membuktikan apa yang ada di ujung jagad raya sana.” Tentu dia memilih tidak percaya saja, daripada capek-capek bikin pesawat ulang alik untuk menjelajah jagad raya.

Walaupun saya berkata demikian bukan berarti Tuhan itu nge-kos di ujung alam semesta. Dia tidak membutuhkan ruang dan waktu dan Dia tidak berada di ruang dan waktu. Ruang dan waktu adalah kekuasaanNya.

Awalnya saya tidak meributkan ketidakpercayaan dia, tapi dia bertanya kepada saya, tentu terpaksa harus saya jawab dong, dengan cara saya yang sederhana saja. Kalau harus pakai teologi dan teori yang njelimet saya tidak mampu.

Fragment 3

“The song tells the story of humanity leaving a destructive Earth behind to populate elsewhere in the Universe.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s