Apakah Musik Memiliki Agama?

Ada seorang teman saya yang beragama Nasrani. Saya tidak tahu jenis Nasraninya, entah Kristen, Katolik, Protestan atau apa. Yang pasti dia sangat bertaqwa, cinta pada Yesus dan sangat sholehah. Wah buka kartu ini, ketahuan ini teman cewek.

Beberapa tahun lalu, dia menghadiri suatu acara bersama Kiaikanjeng. Saya juga tidak tahu tepatnya, di acara Mocopat Syafaat atau di tempat umum. Tidak kebetulan dan memang disengaja, Kiaikanjeng membawakan sebuah lagu Natal. Teman saya ini merasa bahagia sekali ada sebuah grupmusik bernafaskan Islam membawakan lagu Natal.

Wah keren katanya dia merasa dirangkul dan dihangatkan hatinya dengan keyakinannya. Dan teman saya ini sangat bangga ketika menceritakan momen bahagianya itu. Dan kalau ditanya apa yang dia tangkap selama acara berlangsung selama 8 jam semalam itu, dia tidak ingat, yang dia ingat hanya nuansa itu. Pas ada lagu Natalnya.

Dan sampai saat ini, teman saya tetap Nasrani dan tetap bertaqwa, tidak berubah keyakinannya.

Dalam bahasa akademis momen yang dialami teman saya ini disebut “Lali rupane, eling rasane”.

***

Banyak hal yang kita alami, tapi kita tidak harus ingat detail kejadiannya. Kita mendengarkan suatu hal, tidak penting kata-katanya, tidak penting keindahan kalimat-kalimat, namun yang terpenting kita pernah mendengar dan apa yang kita dengar merasuk ke dalam hati. Menyatu ke dalam tubuh kita. Mengisi sel-sel tubuh kita. Hingga pada saatnya apa yang kita lupakan dan serap itu akan muncul sebagai sesuatu yang baru, autentik yang hadir dari diri kita masing-masing.

***

Mohon diijinkan, saya tidak akan menuliskan hal-hal teknis terkait tulisan ini. Bagi umat Islam garis Kagetan. Tulisan ini pastinya mengundang kontroversi. Musik itu sudah haram menurut mereka, ini malah bawa lagu Natal. 

Setahu saya sih tidak haram. Halal, haram, itu tidak terletak pada bendanya tapi penempatannya. Puasa itu wajib ada juga yang sunnah, tapi haram kalau dilaksanakan pada hari tasrik.

Memperdengarkan musik di depan orang yang sakit gigi, jelas ini sangat haram. Iso dipacul ndasmu.

Dan satu hal lagi, lagu itu tidak memiliki agama. Tidak ada sebenarnya lagu Islam, Kristen, Hindu, Buddha. Lagu adalah produk budaya. Lagu Indonesia Raya, Natal, lagunya Dewa, Guns ‘n Roses, L’Arc~en~Ciel itu sama genrenya. Sama-sama lagu Barat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s