Sebuah Prolog 

Liburan selama lebih dari satu minggu ini membuat pikiran saya melayang-layang ke dalam ruang-ruang yang saya sendiri tidak memahaminya. Saya mohon dimaafkan jika tulisan-tulisan saya menganggu timeline teman-teman. Mohon dimaklumi kelebayan saya yang hadir di beranda Facebook.

Space illustration (found on Google Image)

Apalagi banyak hal-hal yang menyerbu ruang pikiran dan menggempur hati. Ketika akhir Ramadhan, ketika hari raya tiba, segala momen yang datang sesudahnya.

Seharusnya saya update status mengenai kemeriahan hari raya di kampung saya. Tapi saya malah menulis sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan perayaan Idul Fitri waktu hari raya kemarin. Atau seharusnya saya upload foto-foto liburan dan mudik saya dari rumah saya di Siti Gadhing Mataram ke Siti Panekar.

Apalagi itu Siti, siti seperti nama orang saja? Ah itu cuma nama-nama lawas dan kuno untuk wilayah Yogyakarta era Kasultanan masih berkuasa penuh dan berkuasa parsial bareng Hindia Belanda dulu. Semoga kesibukan di hari kerja dua hari lagi akan meredam kenakalan dan keliaran pikiran, yang kadang datang dengan sendirinya atau terinspirasi oleh orang lain.

Setidaknya kesibukan akan mengurangi aktifitas pikiran yang tidak harus dilempar dalam bentuk tulisan. Setidaknya lagi dapat ditunda sampai pada waktu yang luang.

Apa yang akan keluar lagi ini?

Ada sesuatu yang hendak saya tuliskan lagi. Tapi saya tahan-tahan, malah yang keluar adalah prolog macam ini. Sebenarnya saya hanya ingin menulis sebuah prolog di paragraf pertama di atas untuk sebuah tema yang tidak menarik dibahas karena dilihat dari segi kemanfaatannya sangat kecil, hanya saja tema itu terasa keren untuk ditulis.

Lho tapi malah luber-luber sampai detail-detail yang tidak perlu seperti ini.

Lalu apa yang akan saya tulis? Saya sengaja memindahkan tulisan ini dari timeline di Facebook ke blog saya ini, karena para pembaca di Facebook itu suka rewel dengan sebuah tulisan yang panjang. Padahal apa yang saya tulis sebagai status di Facebook tidak pernah lebih dari tiga ratus kata. Tiga ratus kata itu hanya sepanjang satu lembat kertas A4.

Ini mau dibedah lagi. Kenapa kita suka mencela tulisan panjang? Apa karena budaya baca kita rendah? Begitu menurut sebuah survey. Tapi bukankah membaca itu tidak harus buku dan tulisan? Membaca bisa sekali mencakup banyak hal. Membaca alam, membaca keadaan, membaca hati, membaca situasi dan segala macam bacaan lain yang amat banyak kemungkinannya.

Luber lagi tulisan saya. Ini belum sampai topik yang hendak saya tuliskan lho. Tapi sudah sangat awut-awutan seperti ini? Apa karena saya tidak bisa fokus pada satu hal? Sehingga sebuah tulisan bisa melebar ke mana-mana tanpa arah. Tanpa kendali. Tanpa rem. Yang saya lakulan malah nge-gas terus.

Sebentar ada kata “Tanpa Arah” di paragraf di atas ini. Ini mendekati tema yang hendak saya niatkan dari awal tadi yang tidak masuk ke topik dari tadi.

Arah mata angin hanya berlaku di Bumi dan planet-planet. Ketika kita naik ke ruang angkasa, pengetahuan kita tentang arah menjadi batal. Di ruang angkasa tidak ada arah utara, selatan, timur di barat.

Ketika masih di Bumi, kanan kiri, depan belakang adalah subjektivitas masing-masing orang. Sementara arah mata angin adalah objektivitas. Menjalani kehidupan kita dituntut untuk lebih objektif daripada subjektif, walaupun ada hal-hal tertentu yang kita harus tetap subjektif.

Namun ketika kita berada di ruang angkasa, objektivitas kita mengenai mata angin menjadi hilang. Di ruang itu hanya ada kanan kiri. Atas bawah pun menjadi batal dan sirna. Apa maksud dari perubahan ruang ini? Apakah ada pelajaran dan rahasia yang harus kita temukan? Apakah semakin tinggi langit yang kita raih semua menjadi sirna? Jangan-jangan kanan kiri pun akan hilang? Dan pada akhirnya diri kita sendiri akan hilang juga?

Saya tidak mampu menjawabnya.

Nah, tidak penting kan tema yang saya tulis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s